Perakitan Guardrail

Tujuan Perakitan Guardrail

  • Menyusun komponen guardrail Type A agar berfungsi sesuai desain keselamatan jalan.

  • Menjamin alignment dan kekuatan sistem sesuai spesifikasi AASHTO.

  • Menjaga jarak dan ketinggian konsisten agar energi tumbukan dapat diserap dengan optimal.

Komponen Guardrail Type A

  • 1Beam (W-Beam)Pelat baja bergelombang 4 mBaja galvanis 2.67 mm
    2Post (Tiang)Tiang pipa Ø114 mm, panjang ±1.8 mGalvanized Steel
    3Spacer / BracketPengganjal antara tiang dan beamPlat baja galvanis 6 mm
    4Bolt & Nut M16/M20Pengikat antar komponenGalvanis ASTM A307
    5End Section / End CapPenutup ujung beam (tipe melengkung)Galvanis
    6Reflector (Delineator)Pemantul cahaya malamPlastik reflektif

Persiapan Pemasangan

      • Survey lokasi → Menentukan trase (garis lurus / lengkung) dan ketinggian tanah.

      • Menandai titik tiang setiap 2 m di sepanjang jalur guardrail.

      • Pembuatan lubang tiang:

        • Kedalaman: ± 1.0 – 1.2 m

        • Diameter: ± 150 mm (sesuai post)

        • Pondasi: bisa langsung tanam tanah padat atau concrete footing bila tanah lunak.

      • Menyiapkan komponen galvanis di lokasi, hindari kontak langsung dengan tanah untuk mencegah goresan lapisan seng.

 

Langkah-Langkah Perakitan Guardrail Type A

      • 🔹 Langkah 1: Pemasangan Tiang (Post)

        • Tiang dipasang tegak lurus dengan jarak antar tiang ± 2 m.

        • Tinggi tiang dari permukaan tanah sampai sumbu tengah beam ≈ 700 mm.

        • Periksa kelurusan (alignment) menggunakan string line dan waterpass.


        🔹 Langkah 2: Pemasangan Spacer / Bracket

        • Spacer dipasang di sisi depan tiang.

        • Fungsi: menjaga jarak antara beam dan tiang (biasanya 150–200 mm).

        • Baut dikencangkan dengan torque wrench untuk memastikan kekuatan merata.


        🔹 Langkah 3: Pemasangan Beam (W-Beam)

        • Beam pertama dipasang di titik awal (biasanya dilengkapi end terminal).

        • Sambungan antar beam dilakukan overlap 50–75 mm agar arah gelombang searah lalu lintas.

        • Gunakan 4 set baut M16 × 35 mm untuk tiap sambungan antar beam.

        • Pastikan tinggi dan kemiringan beam sejajar dengan kontur jalan.


        🔹 Langkah 4: Pemasangan End Section

        • Ujung sistem diberi end section melengkung ke luar atau ke bawah untuk keselamatan.

        • End cap dikencangkan dengan 4 baut M16.

        • Untuk tikungan tajam, gunakan beam lengkung (radius 5–25 m).


        🔹 Langkah 5: Pemasangan Delineator (Reflector)

        • Dipasang setiap 12–24 m (atau tiap 6 tiang).

        • Warna merah di sisi kiri, putih di sisi kanan arah kendaraan.


        🔹 Langkah 6: Finishing dan Pemeriksaan

        • Periksa kekencangan baut (minimum 80 Nm).

        • Periksa ketegakan tiang (deviasi ≤ 3°).

        • Periksa tinggi beam dari permukaan jalan (± 700 mm ± 20 mm).

        • Pastikan lapisan galvanis tidak tergores. Jika rusak, olesi zinc-rich paint.

Spesifikasi Dimensi

 

Panjang Beam4000 mm (efektif 3810 mm)
Lebar Beam310 mm
Ketebalan Beam2.67 – 2.75 mm
Tinggi Pemasangan700 mm dari tanah
Jarak Antar Tiang2000 mm
Panjang Tiang1800 mm
Ketebalan Tiang4.5 mm
Lapisan Galvanis≥ 550 g/m²

Tips Pemasangan Lapangan

  • Gunakan alignment jig untuk menjaga lurus.
  • Hindari pemotongan beam di lokasi — gunakan unit pabrik dengan hole spacing standar.
  • Gunakan baut galvanis baru (hindari karat).
  • Pastikan arah gelombang searah arus lalu lintas (tidak terbalik).
  • Lakukan uji coba kekuatan sistem (pull-out test post) secara acak.



Ilustrasi Perakitan Guardrail Type A

Proses pemasangan tiang & beam:

Rangkaian Guardrail Type A selesai terpasang:

Hasil Akhir

Setelah terpasang lengkap:

  • Sistem guardrail membentuk jalur kontinu tanpa celah besar,

  • Beam sejajar & tegak lurus jalan,

  • Semua sambungan terkunci kuat,

  • Permukaan galvanis tetap utuh — siap pakai dan tahan korosi selama ± 20 tahun.

Website Official :

www.pt-cmp.com

www.cahayametalperkasa.co.id